SHARE

 

PEMBEBASAN (9/Juli/2015)— Perjuangan para aktivis pro demokrasi dan HAM masih tetap hidup, meski sepanjang hidup, bisa saja, harapan penegakan demokrasi dan HAM tak kunjung terwujud karena membentur benteng kekuasaan. Dalam pandangan Suwanggi, seniman pantomim di Bandung yang juga inisiator aksi Kamisan, akan memandang bahwa kebutuhan merawat ingatan rakyat adalah penting. Agar rakyat tidak lupa bahwa telah terjadi tindakan anti kemanusiaan terhadap rakyat, dan keadilan harus ditegakkan.

Pada tanggal 9 Juli 2015, adalah Kamisan ke 104 kali yang dilaksanakan di Bandung sejak dimulai pertama kali pada 18 Juli 2013. Aksi digelar tiap Kamis jam 4 sore di depan Gedung Sate, Bandung. Sore tadi, aksi Kamisan diikuti pula oleh beberapa aktivis pembebasan Papua yang berasal dari AMP Bandung. Hadir juga perwakilan Komune Rakapare dari mahasiswa ITB dan PEMBEBASAN.

Konsistensi, adalah kata yang paling tepat untuk merujuk pada aksi Kamisan tersebut. Karena tugas-tugas merawat ingatan rakyat harus dilakukan dengan konsisten. Pada sore tadi adalah aksi Kamisan terakhir dalam bulan puasa, akan dilanjutkan Kamis setelah lebaran.(bp)

 

 

 

Leave a Reply