SHARE

Rakyat Papua sudah melalui penderitaan dan pembantaian selama 56 tahun. Sampai detik ini, Bumi Cendrawasih diwarnai oleh pelanggaran berat terhadap kemanusiaan. Sah-sah saja rakyat Papua terus mengobarkan perlawanan. Bagi rakyat Indonesia yang memiliki akal beradab, mendukung agar pembantaian terhadap rakyat Papua segera dihentikan dan mendukung kemerdekaannya adalah keharusan.

Hari ini (1/12) adalah peringatan kemerdekaan bangsa West Papua yang dideklarasikan pada tahun 1961 sebelum akhirnya dianeksasi oleh Indonesia melalui Trikora. Pada titik inilah Trikora melanggar hukum internasional yang saat itu menyatakan bahwa Papua adalah bangsa tak berpemerintahan. Secara hukum maka Papua adalah bangsa merdeka. Maka dideklarasikan kemerdekaan itu.

Sebagai bentuk komitmen tentang gagasan kemanusiaan yang utuh, tentang hak asasi manusia dan pembebasan rakyat, Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menggelar aksi massa memperingati hari kemerdekaan West Papua.

Aksi bertajuk “Tutup Freeport dan Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri Bagi Rakyat dan Bangsa West Papua!” dalam rangka memperingati hari kemerdekaan bangsa West Papua hari ini (1/12) terjadi di beberapa kota di Indonesia, Manado, Ternate, Jakarta, Makasar, Palu, dll. Aksi bersama antara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).

Di Ternate, aksi dimulai jam 07.00 WITA, dari Pasar Higinis, ke Pasar Tingkat menuju Polda Maluku Utara. Hari sebelum menggelar aksi, ketika Iyya, petugas pengantar surat memberikan surat pemberitahuan aksi ke Polres Ternate, justru mendapat perlakuan intimidatif, dituduh makar dan diancam akan dipukuli oleh intel. Dan surat pemberitahuan ditolak. Menurut informasi, setelah massa aksi tiba di depan kantor Polda Maluku Utara, aksi dibubarkan polisi, semua massa aksi ditangkap dan dibawa ke markas Polres Ternate.

Sedangkan di Manado, aksi dimulai dari Boulevard, menuju Mega Mall lalu Pasar 45. Jam 11.00 massa aksi mulai bergerak.

Di Jakarta sendiri, massa aksi dihadang oleh barusan polisi bersama kendaraan water canon. Massa aksi dilarang melanjutkan perjalanan yang mulanya akan berakhir di depan kantor Freeport, Jl. Rasuna Said, Kuningan.

Rakyat Papua di Timika menggelar doa bersama di hari kemerdekaan Papua bertempat di Sekretariat KNPB Wilayah Timika. Sementara, di kota-kota di Indonesia akan digelar aksi yang sama di Palu, Makasar, Poso termasuk di seantero tanah air bangsa West Papua.

Tangan, kaki, tubuh, bisa diikat oleh sekuat-kuatnya rantai. Kepala, dada, perut, boleh robek oleh peluru tentara dan polisi, tapi kehendak pembebasan, kehendak merdeka tak bisa dilukai, tak bisa diikat oleh sekuat-kuatnya rantai. Karena kehendak bebas merdeka dari penjajahan, dari penindasan, dari pembunuhan adalah hasil dari teguhnya keyakinan. Siapa yang ingin hidup dalam penjajahan, pembantaian dan pemiskinan? Tidak ada. Sekuat gelombang, secadas batu karang, kehendak merdeka bagi rakyat Papua adalah keharusan. Free West Papua. Merdekalah. (Barr)

Leave a Reply