SHARE
Asri Vidya Dewi, kuasa hukum rakyat Kebon Jeruk, tengah memberi pemaparan pada peserta kegiatan Belajar Hukum Bersama Rakyat Kebon Jeruk. Foto: Naf.

Bandung, 13 November 2017— Belajar Hukum Bersama Rakyat Kebon Jeruk yang dihelat Minggu, 12 November 2017, merupakan pertemuan kedua setelah sebelumnya dilakukan pada hari Minggu pekan lalu. Materi yang diajarkan masih tentang Hukum Acara Pidana. Para peserta dengan antusias mengikuti setiap pembahasan mengenai mekanisme digelarnya proses hukum pidana. Jika pekan sebelumnya membahas tentang proses penyelidikan, kali ini yang dibahas adalah proses penyidikan.

“Proses penyidikan ini memang rumit untuk dipelajari, apalagi bagi rakyat kecil. Sehingga sering kali (rakyat, red.) rentan terjerat kriminalisasi. Jadi sekarang rakyat sedikit demi sedikit harus paham,” papar Asri Vidya Dewi, pemateri kegiatan tersebut, sekaligus kuasa hukum rakyat Kebon Jeruk.

Asri menambahkan, penyidikan semakin rumit jika berkaca pada kualitas peradilan di Indonesia secara khusus. Aparat yang ditugasi menyidik mudah sekali memproses perkara yang bersifat struktural. Contohnya, kasus rakyat Kebon Jeruk lawan PT KAI. Pelaporan rakyat sampai saat ini mandek, tidak ada kejelasan. Tapi sudah ada pemanggilan terhadap salah satu rakyat Kebon Jeruk atas laporan PT KAI. Ini menjadi cermin bahwa hukum kita masih tajam ke bawah tapi tumpul ke atas.

“Ada beberapa tahapan dalam proses penyidikan ini. Salah satunya adalah melayangkan surat pemanggilan sebagai saksi. Dalam prosedur pemanggilan tersebut, juga ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh petugas sekaligus diketahui oleh rakyat. Itu semua tertuang dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) pasal 227. Jika tidak memenuhi itu semua, rakyat harus berani menolaknya,” tegas Asri.

Selain diikuti oleh rakyat Kebon Jeruk, acara belajar hukum ini juga diikuti oleh beberapa mahasiswa dari berbagai organisasi, kampus, dan komunitas. Semua nampak antusias mengikuti pelajaran kali ini. Acara ditutup dengan diskusi ringan tentang permasalahan yang kini sedang marak di Kota Bandung, penggusuran.

 

(Naf/Nang)

Leave a Reply