SHARE
Poster screening dan diskusi film dokumenter Halo-Halo Bandung.

Pembebasan.org, Bandung – Film dokumenter bertajuk Halo-Halo Bandung ungkap penggusuran yang terjadi di Kota Kembang. Film ini tayang perdana di lokasi penggusuran proyek rumah deret (Rudet) di RW 11 Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, 6 Juni 2018.

Editor film tersebut, Bagus Ahmad Rizaldi, menilai isu penggusuran ini belum jamak diungkap ke ruang publik, sehingga Kota Bandung cenderung dianggap sebagai kota yang baik-baik saja.

“Di balik itu ada permasalahan di dalamnya, kita berusaha mengungkapnya,” tutur Bagus.

Bahkan untuk kasus proyek rumah deret di lokasi pemutaran perdana  film ini, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Prasarana Sarana Utilitas Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) enggan menyebutnya sebagai “penggusuran”, hal itu diungkapkannya pada Detik.com.

Selain itu, saat penggusuran terjadi, kebanyakan masyarakat ia nilai justru pro terhadap kebijakan tersebut, misalnya, dengan dalih menata kota yang kumuh. Di tengah bagusnya citra Ridwan Kamil di mata penggemarnya, film besutan Nafsu Visual ini mengajak publik untuk kritis terhadap program pembangunan yang digagas pria pemilik akun Ig @ridwankamil tersebut.

“Bukannya kita menyudutkan pihak pemkot atau gimana, tapi memang orang-orang yang terdampak [penggusuran] itu perlu di-publish ke publik,” tambah Bagus.

Pemutaran perdana di Tamansari menjadi siasat tersendiri bagi Bagus, agar publik dapat melihat langsung kondisi di Tamansari. Film yang digarap selama enam bulan oleh tujuh orang ini sudah bisa ditonton khalayak luas lewat di YouTube.

 

(Hamid/Nang)

Leave a Reply