SHARE

[ Muh. Zulfikar ]

 

Hidup Lenin

Nama panjangnya Vladimir Ilyich Lenin, memiliki nama asli Vladimir Ilyich Ulyanov. Dia juga memiliki beberapa nama alias yaitu Vladimir Ulyanov dan Vladimir Lenin. Dia mendirikan Partai Komunis Rusia, memimpin Revolusi Bolshevik dan bisa juga dijuluki sebagai arsitek negara Soviet. Dia adalah sumber pengembang gagasan Marxisme yang dinyatakan cukup sukses oleh sejarah. Melalui kepemimpinannya, Rusia menjadi terbebas dari monarki Tsar.

Awal Tahun

Secara luas dianggap sebagai salah satu tokoh politik paling berpengaruh dari abad ke-20, Vladimir Lenin mengorganisir revolusi Bolshevik di Rusia pada tahun 1917 dan kemudian mengambil alih sebagai pemimpin pertama dari Uni Republik Sosialis Soviet (USSR) yang baru dibentuk.

Pada tahun 1901, ia mengambil nama belakang “Lenin” ketika melakukan aktifitas “bawah tanah” bagi partai. Keluarganya terdidik, dan Lenin, sebagai anak ketiga dari enam bersaudara, dekat dengan orang tua dan saudara-saudaranya.

Sekolah adalah bagian penting dari masa kanak-kanak Lenin. Orang tuanya, terdidik dan berbudaya tinggi, memberikan pengaruh baik bagi kehendak belajar anak-anaknya, terutama Lenin. Dia seorang pembaca yang rakus, Lenin melanjutkan untuk menyelesaikan studi pertamanya di kelas SMA, sempat mendapatkan hadiah karena cakap berbahasa Latin dan Yunani.

Tapi tidak semua kehidupan itu mudah bagi Lenin dan keluarganya. Ada dua situasi yang berpengaruh besar, pertama, ketika Lenin muda dan ayahnya yang seorang inspektur sekolah, diancam pensiun dini oleh pemerintah karena dicurgai telah membuat “keresahan” di sekolah dan di masyarakat Rusia. Situasi yang lebih signifikan dan lebih tragis datang pada tahun 1887, ketika kakak Lenin, Aleksander, seorang mahasiswa pada saat itu, ditangkap dan dieksekusi (dihukum mati) karena menjadi bagian dari perencanaan bersama kelompoknya untuk membunuh Kaisar Alexander III. Keterlibatan Aleksander dalam politik oposisi bukanlah secara sendiri, namun, semua saudara Lenin mendukung dan mengambil bagian dalam kegiatan revolusioner.

Revolusioner Muda

Tahun ketika kakaknya dieksekusi, Lenin terdaftar di Universitas Kazan untuk belajar hukum, namun tidak lama, ketika di awal masa kuliah, ia dikucilkan karena terlibat dalam demonstrasi mahasiswa.

Dibuang di Desa Kokushkino, dekat dengan perkampungan kakeknya, Lenin tinggal bersama adiknya, Anna, sedangan pemerintah monarki telah mengutus polisi tinggal di sana untuk mengawasi.

Di situ, Lenin menenggelamkan diri dengan sejumlah literatur radikal, juga novel “Apa Yang Harus Dilakukan?” karya Nikolai Chernyshevsky, menceritakan kisah karakter bernama Rakhmetov, yang memiliki semangat mengabdi bergulat dalam pemikiran politik revolusioner. Lenin juga menyerap karya Karl Marx, filsuf Jerman dengan bukunya yang terkenal, Das Kapital, yang kemudian hari mempengaruhi pemikiran Lenin.

Akhirnya, Lenin menerima gelar sarjana hukum, menyelesaikan sekolahnya pada tahun 1892 (tepatnya 5 tahun). Dia pindah ke kota Samara, dimana basis kliennya sebagian besar terdiri dari petani Rusia. Mereka (para petani) melihat bahwa perjuangan Lenin dalam melakukan perlawanan hanya bisa diperkuat dengan keyakinan Marxis.

Dalam beberapa watu, Lenin akhirnya memfokuskan energi pada politik revolusioner. Dia meninggalkan Samara untuk kehidupan barunya di St Petersburg, ibukota Rusia pada saat itu. Di sinilah Lenin terhubung dengan sesama Marxis lain dan mulai mengambil peran yang semakin aktif dalam kegiatan revolusioner.

Aktivitas mereka terendus oleh pemerintah, pada Desember 1895, Lenin dan beberapa pemimpin berhaluan Marxis lainnya ditangkap. Lenin diasingkan ke Siberia selama tiga tahun. Tunangannya, yang kemudian menjadi istrinya, Nadezhda Krupskaya, juga turut serta dibuang.

Setelah dibebaskan dari pengasingan dan kemudian bertugas di Munich, dimana Lenin dan lain-lain ikut mendirikan koran Iskra, yang menjadi penghubung antara kaum Marxis Rusia dan Eropa. Kemudian ia kembali ke St Petersburg dan meningkatkan peran kepemimpinan dalam gerakan revolusioner. Iskra, merupakan surat kabar Marxis illegal pertama di Rusia. Diterbitkan Lenin sekitar Desember 1900, penyebarannya dengan diselundupkan hingga ke luar negeri. Iskra begitu berjasa menyatukan secara ideologis seluruh unsur Marxis revolusioner di seluruh Rusia, hingga menyatukan gagasan para anggota partai Marxis revolusioner di beberapa Negara.

Pada Kongres Kedua Partai Buruh Sosial Demokrat Rusia tahun 1903, dengan kuatnya gagasan dari Lenin yang menyimpulkan bahwa kepemimpinan partai akan lebih efisien dan kuat jika kaum pekerja dan rakyat miskin sendiri yang memimpin jaringan organsasi partai revolusoner. “Beri kami sebuah organisasi kaum revolusioner,” kata Lenin, “dan kami akan menjungkirbalikkan Rusia!“.

Revolusi 1905 & Perang Dunia I

Seruan Lenin menolak peperangan dengan cepat  mendapat dukungan dari rakyat. Pada tahun 1904 Rusia berperang dengan Jepang. Konflik tersebut berdampak mendalam pada masyarakat Rusia. Setelah beberapa kekalahan dalam perang membuat anggaran pemerintah terkuras habis, kemudian warga dari semua lapisan masyarakat mulai menyuarakan ketidakpuasan mereka atas struktur politik negara dan menyerukan reformasi.

Situasi ini meningkat pada 9 Januari 1905, ketika sekelompok pekerja bersenjata di St. Petersburg membawa keprihatinan mereka langsung ke istana kota, mengajukan petisi kepada Kaisar Nicholas II. Mereka bertemu dengan pasukan keamanan, yang kemudian menembaki demonstran, membunuh dan melukai ratusan orang. Krisis akhirnya menjadi panggung bagi keberlangsungan Revolusi Rusia tahun 1905.

Berharap untuk menenangkan warganya, kaisar mengeluarkan Manifesto Oktober, yang intinya menawarkan beberapa konsesi politik, terutama penciptaan dewan legislatif terpilih, dikenal sebagai Duma.

Tapi Lenin masih jauh dari puas. Frustrasi meluas ke sesama Marxis lainnya, khususnya kelompok yang menamakan dirinya Menshevik, dipimpin oleh Julius Martov. Sementara, kasak-kusuk isu yang beredar adalah bahwa struktur partai dan kekuatan pendorong dari revolusi agar segera sepenuhnya menguasai Rusia. Namun, kelompok Menshevik percaya bahwa untuk merebut kekuasaan harus menjalin kerjasama dengan kaum borjuis, dengan penuh keyakinan, Lenin tidak percaya. Sebaliknya, ia berpendapat, agar sebuah revolusi menjadi nyata, sanggup membangun revolusi sosialis, dan bisa menyebar di luar Rusia, maka revolusi harus dipimpin oleh para pekerja, proletariat yang ada dalam negara.

Perdebatan internal partai terus berlanjut sampai konferensi 1912 di Praha, ketika Lenin resmi menyatakan berpisah untuk membuat blok baru, entitas yang memiliki gagasan terpisah.

Selama Perang Dunia I Lenin pergi ke pengasingan lagi, kali ini bertempat tinggal di Swiss. Seperti biasa, pikirannya selalu diselimbung oleh kepentingan politik revolusioner. Selama periode ini ia menulis dan menerbitkan “Imperialisme, Tahap Tertinggi Kapitalisme” (1916), sebuah karya yang menentukan bagi pemimpin masa depan, di mana ia berpendapat bahwa perang adalah resultan paling konkret dari persaingan kapitalisme internasional.

Sumbangan Strategi

Lenin menggunakan pengalamannya dalam membangun gerakan revolusioner di Rusia untuk memformulasikan teorinya tentang strategi revolusioner di negara-negara terbelakang. Tugas terberat kaum revolusioner pada masa kekaisaran Rusia adalah memenangkan kesadaran yang ada pada klas pekerja, dan keterlibatan aktif mereka (klas pekerja) dalam proses revolusi. Mayoritas rakyat Rusia bukanlah buruh, melainkan para petani yang berada pada taraf subsistensi pra-industrial, dan, hak-hak demokratikpun, meskpun bersifat terbatas, ditolak oleh rezim represif pimpinan Tsar.

Di Rusia tidak terdapat Revolusi borjuis seperti yang terjadi di negara-negara Eropa Barat, dimana aturan-aturan monarki digantikan aturan yang dibuat oleh parlemen yang dipilih. Adanya parlemen ini merefleksikan pertumbuhan kekuatan ekonomi di bidang politik, dan mereka (borjuis) menjadi klas penguasa yang baru. Borjuasi Rusia secara ekonomis sangat lemah, dan secara politis mereka takut untuk bekerja sama dengan klas buruh dan tani dalam revolusi borjuis.

Menurut Uninterrupted Revolution yang dikembangkan oleh Lenin, tahapan pertama adalah keterlibatan klas pekerja dan seluruh petani dalam penggulingan Tsar dan pembentukan sebuah republik demokratik. Kedua, tahapan sosialis, melibatkan buruh yang bersatu dengan para petani miskin untuk melawan para petani kaya.

Untuk memudahkan dan menerapkan dari tahapan pertama, Bolshevik meyakini sebuah sistem yang didasarkan pada perwakilan-perwakilan (soviet) buruh dan tani yang dipilih oleh rakyat. Sistem pemerintahan ini diterapkan pada revolusi 1917.

Sehingga, perjuangan agraria (dengan model kolektifisasi tanah) akan tuntas ketika kontrol atau kepemilikan tanah yang dipegang oleh tuan-tuan tanah dikuasai negara untuk diolah para petani penggarap. Bagaimanapun, Lenin percaya bahwa para petani miskin tidak akan segera menyadari perbedaan kepentingan (para petani miskin) dengan petani kaya, dan oleh karena itu, mereka juga tidak akan segera mendukung langkah-langkah sosialis seperti kolektifisasi tanah.

Dalam tahap kedua, kekuasaan politik digunakan oleh klas pekerja untuk memperoleh kontrol ekonomi secara langsung, dan untuk membantu para petani miskin dalam pengambil-alihan kontrol tanah. Pada tahun 1918 Lenin menjelaskan bahwa, pelajaran yang didapat dari revolusi telah menegaskan kebenaran penjelasan atau argumen-argumen kita. Pertama, dengan kaum tani melawan monarki, melawan tuan-tuan tanah, melawan pemikiran abad pertengahan atau mediavalism (dan untuk meningkatkan revolusi terhadap sisa-sisa borjuasi, demokratik borjuis). Kemudian bersama dengan kaum petani miskin, semi-proletariat, dan semua yang tereksploitasi, melawan kapitalisme, termasuk orang-orang kaya pedesaan, para tengkulak, lintah-darat, dan semuanya itu meningkatkan revolusi ke tahapan sosialis. Jika kita berusaha mendirikan sebuah “tembok cina” antara tahap pertama dan kedua, untuk memisahkan keduanya (tahap satu dan dua) dengan alasan selain tingkatan kesiapan proletariat dan tingkatan persatuan atau kesatuan dengan para petani, berarti sangat mendistorsi Marxisme, menjadikannya vulgar, memindahkan liberalisme ke tempatnya semula.

Bertambahnya militansi gerakan buruh semakin meruncingkan antara perjuangan Komunis, yang sedang tumbuh, dengan, pertama, “Mensyewisme”-nya, yakni oportunisme dan sosial-sovinisme, dan kedua, dengan Komunisme “Sayap Kiri”, yang berkembang di Jerman, Inggris, Italia, dan Amerika. Termasuk aliran-aliran anarko-sindikalis yang mempertahankan kesalahan-kesalahan Komunisme “Sayap-Kiri” meskipun, secara umum dan sepenuhnya menyetujui sistem Soviet.

Pemimpin Legendaris Rusia

Pada akhir 1917 Lenin memimpin apa yang kini dikenal dengan Revolusi Oktober, yang dalam makna sebenarnya bisa disebut: kudeta. Pemerintah Soviet di bawah kepemimpinan Lenin menghadapi rintangan luar biasa selama tiga tahun masa perang saudara. Pasukan anti-Soviet, dipimpin oleh mantan jenderal dan laksamana Tsar, berjuang mati-matian menggulingkan kaum merah.

Pada Agustus 1918 Lenin lolos dari upaya pembunuhan, hanya saja, ia terluka parah karena letusan sepasang peluru dari lawan politik. Kondisi fisiknya bisa terjaga hanya karena kuatnya keinginan bertahan hidup kelangusngan revolusi, secara psikologis, semangat jiwa apinya seolah bisa menyembuhkan, meskipun kesehatannya tidak pernah benar-benar kembali seperti semula.

Tahun Berikutnya

Mei 1922, Lenin menderita stroke untuk kedua kalinya pada bulan Desember di tahun yang sama. Menyadari kesehatannya menurun, Lenin terus mengalihkan pikirannya pada ranah bagaimana Uni Soviet yang baru dibentuk bisa bertahan hingga setelah ia pergi.

Semakin hari ia semakin melihat bahwa partainya dan pemerintah makin menyimpang jauh dari tujuan revolusioner. Pada awal 1923 ia menerbitkan apa yang kemudian disebut sebagai “Perjanjian”, di mana Lenin menyatakan penyesalan atas kekuasaan diktator yang mendominasi pemerintah Soviet. Dia sangat kecewa dengan Joseph Stalin, sekretaris jenderal Partai Komunis, yang mulai mengumpulkan kekuatan menghancurkan lawan politiknya, di kemudian hari, semua unsur kader partai yang tidak setuju dengan Stalin, dikejar dan dibunuh. Nama-nama korban kekejaman Stalin di antaranya adalah juga kawan-kawan perjuangan Lenin seperti Lev Kamenev, Grigory Zinoviev, Rosa Luxemburg, juga Leon Trotsky.

Pada tanggal 10 Maret 1923, kesehatan Lenin menurun drastis ketika ia menderita stroke tambahan hingga menghilangkan kemampuannya berbicara. Hampir 10 bulan kemudian, pada tanggal 21 Januari 1924 dia mangkat di desa yang sekarang dikenal sebagai Gorki Leninskiye. Sebagai penghormatan (meski bukan kemauan Lenin), mayatnya dibalsem dan ditempatkan di Moskow Red Square.

Hidup untuk Pembebasan Manusia (Revolusi Sosialis)

Abad kita dalam sejarah manusia sekarang adalah abad dari dua manusia, Lenin dan Einstein‘, begitulah Bertrand Russel (yang dikutip Pram) memberi pendapat mengenai Lenin. Hidup-matinya diabdikan untuk mengarsiteki revolusi Rusia. Masa-masa percobaan pemberontakan, revolusi Februari dan Oktober, 1917, telah menyebabkan bentangan sukses pembentukan Soviet meluas senasional Rusia. Dua tahun setelah revolusi 1917, revolusi Rusia menginspirasi gerakan buruh dunia yang bercita-cita merebut legacy sejarah manusia sebagai pemegang absah memenangkan perjuangan kelas, memuliakan kemanusiaan, mengembalikan harga diri manusia.

_________

 

Leave a Reply