SHARE

 

[ Komite Belok Kiri. Fest ]

Belok Kiri.Fest adalah kerja kreatif kebudayaan dan intelektual yang digarap secara kolektif oleh kalangan muda negeri ini. Kerja ini adalah perayaan atas perjalanan sejarah gemilang bangsa kita, sejak kebangkitan semangat kebangsaan hingga perjuangan kemerdekaan melawan kolonialisme yang terjadi lebih dari tujuh dekade silam. Namun, setengah abad yang lalu, cita-cita dan semangat emansipasi sosial para pendiri Republik ini , sayangnya, telah dihancurkan oleh suatu rezim yang disebut Orde Baru dengan Soeharto sebagai panglima tertingginya.

Lebih dari setengah juta manusia telah dibantai dan jutaan lainnya kehilangan hak-haknya sebagai warga negara Indonesia dan sebagai manusia. Mereka dikucilkan, disiksa, dan dipenjara tanpa diadili. Ratusan ribu orang diperbudak dalam kamp kerja paksa. Orde baru bukan hanya menginjak-injak hukum. Orde Baru juga menciptakan ‘hukumnya’ sendiri, melancarkan propaganda dan teror dengan membasmi hingga ke akar-akarnya apa yang dalam bahasa universal dunia disebut sebagai kaum Kiri.

Kaum kiri adalah mereka yang mengembangkan suatu posisi kritis terhadap dehumanisasi akibat penghisapan dan penindasan kapitalisme. Kaum Kiri adalah mereka yang mempertahankan nilai-nilai Kemanusiaan, Kemerdekaan, Kesetaraan dan Solidaritas dari ancaman penguasa represif  dan kelompok-kelompok intoleran. Kaum kiri juga adalah mereka yang siap berjuang bagi masa depan seluruh umat manusia yang demokratis dan emansipatoris. Kaum kiri dimana pun  adalah mereka yang siap  mengambil sikap dan melawan semua bentuk penindasan dan penghisapan manusia atas manusia.

Sejarah Indonesia sarat dengan catatan sejarah dari gerakan dan tokoh-tokoh pergerakan yang berwawasan kiri. Kita mengenal tokoh-tokoh kiri yang dikenang sebagai guru bangsa seperti  Kartini, Tjokroaminoto, Soekarno, Hatta, Tan Malaka, Syahrir, dan Amir Syarifuddin. Juga pejuang-pejuang revolusioner lainnya  yang namanya kurang dikenal,  seperti Haji Misbach, Ali Archam, Semaoen, Najoan, Alimin, Darsono, Muso, Aidit, Nyoto, dan lain lain. Semua gagasan, pikiran dan perjuangan garda depan yang sesungguhnya merupakan inti dari nasionalisme Indonesia dan perlawanan terhadap kolonialisme telah dibungkam, dilarang, dan dihancurkan oleh rezim Suharto dan antek-anteknya.

Belok Kiri Festival hadir sebagai ‘Ruang’ bersama. Dipersembahkan terutama bagi  kaum muda, dan semua yang peduli terhadap masa depan Indonesia. Belok Kiri. Fest ingin merangsang terjadinya pertukaran ide, perdebatan kritis dan kerjasama. Belok Kiri.Fest adalah  Ruang Kita Bersama yang perlu kita jaga supaya tetap ada dan tetap Merdeka.

Kami akan terus membongkar propaganda Orde Baru. Karena hampir 18 tahun setelah lengsernya rejim militer Soeharto,  narasi  Orde Baru tentang  Peristiwa 1965, Sejarah Gerakan Kiri, dan bahaya Laten Komunisme masih terus direproduksi oleh pemerintah dan kelompok kelompok intoleran.  Propaganda Orde Baru adalah suatu upaya Pembodohan Publik yang kerap  dipakai untuk membenarkan pemberangusan hak-hak dasar kita untuk berekspresi dan berkumpul.

Pelarangan terhadap Belok Kiri Festival dan pemutaran film “Pulau Buru Tanah Air Beta” dengan dalih keamanan dan politik  perijinan adalah contoh terkini dari daftar panjang pelarangan-pelarangan yang terjadi belakangan ini.

Kami tidak akan pernah menyerah dan terus berjuang untuk merebut kembali hak-hak dan kemerdekaan yang telah dirampas oleh otoritarianisme Orde Baru selama 32 tahun. Kezaliman dan kebodohan yang terus dikumandangkan harus dihentikan. Kita perlu melanjutkan semangat perjuangan para pendiri Republik tercinta ini seperti saat mereka merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Oleh karena itu, kami akan tetap melawan seperti sikap kawan-kawan yang tersebar di seluruh pelosok nusantara. Tugas kaum kiri adalah melenyapkan phobia kiri yang diwariskan oleh Orde Baru. Mari membangun dan menguatkan solidaritas di antara kita, dengan merumuskan alternatif sikap kiri dalam melawan Kapitalisme Global yang adalah kanan. Masa depan Indonesia adalah sebuah negri yang  berkeadilan sosial, berperikemanusian, dan semakin demokratis, hidup bersama dengan merdeka, dalam kesetaraan dan keharmonisan dengan alam yang menghidupi kita semua.

Kami akan tetap berlawan. Kami menentang kezaliman dan pembodohan di negeri ini. Tetap berlawan: melawan lupa, melawan pembodohan, melawan propaganda Orba! Berjuang, berjuang, dan berjuang.

Belok kiri jalan terus!

Leave a Reply