SHARE

Pembebasan.org, Halmahera Utara – Komite Mahasiswa dan Petani Galela (Kompag) menggelar panggung protes seni dan budaya di sekretariat Serikat Petani Galela (SPG), Halmahera Utara, Sabtu, 31 Maret 2018. Acara yang dimulai sejak jam 21.00 WIT itu bertema “Membangun Persatuan dan Perlawanan Petani Galela”.

Panggung protes seni dan budaya itu diisi dengan berbagai pertunjukkan. Mulai dari orasi ilmiah, aksi teatrikal, dan pembacaan puisi yang memuat protes terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara. Tiga pertunjukkan itu dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas untuk Perjuangan Rakyat (Super), yang mana Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (Pembebasan) tergabung di dalamnya.

Setelah mahasiswa, panggung dimeriahkan oleh anak-anak petani Galela. Mereka menampilkan lalayon dan tide-tide (tari tradisional Maluku Utara) juga kasidah. Kemeriahan acara yang dihadiri sekitar 200 orang itu berlangsung hingga jam 00.30 WIT.

Salah satu anggota Super, mengungkapkan bahwa panggung kesenian itu dihelat untuk meninggikan semangat dan solidaritas petani Galela.

“Tujuan dari panggung protes ini adalah bagaimana meningkatkan rasa solidaritas, persatuan dan semangat berlawan petani Galela. Kita membutuhkan solidaritas yang lebih luas lagi, Kompag membutuhkan persatuan dari sepuluh desa agar dapat menyelesaikan masalah sengketa agraria di Galela, Halmahera Utara,” ujarnya dalam sambutan pembuka acara.

Hal senada disampaikan oleh Ketua SPG Arif Biramasi. “Masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini (diharapkan) dapat meningkatkan rasa persatuan dan (mau) melawan,” tutur Arif.

Para petani Galela yang tergabung dalam Kompag kini tengah berjuang merebut haknya atas tanah yang dirampas PT KSO Capitol Casagro, sebuah perusahaan produsen tapioka.

(Nang)

Leave a Reply