SHARE

Sikap Politik Bersama

 

Rumah Dialektika, LPM Daunjati ISBI Bandung, Pembebasan Kolektif Kota Bandung

Hanya pemerintahan sesat pikir yang menghalangi upaya menegakkan kebenaran sejarah. Benar bahwa sejarah ditentukan oleh klas yang berkuasa, diracik dan ditulis oleh pemenang. Akan tetapi sejarah yang hendak ditulis harus memuat kejujuran dan obyektifitas.

Bicara tentang sejarah Indonesia, secara jamak diketahui penuh dengan manipulasi. Akibatnya, selain akan kehilangan jejak dan menghancurkan kebudayaan, manipulasi sejarah di Indonesia sudah mengorbankan 3 juta manusia terbunuh. Setelahnya, memunculkan horor tak masuk akal dengan membangun propaganda bahaya komunisme, mengobarkan kebencian. Yang paling ampuh adalah membuat mitologi (ingatan kolektif) angkernya komunisme.

Jika kebudayaan dimaknai sebagai sistem pemikiran maka sejak tahun 1965, kebudayaan baik yang pernah diwariskan masyarakat sebelumnya kini sudah hancur. Sebut saja budaya kritis, budaya melawan, budaya kontradiksi, budaya keberpihakan, budaya anti kapitalis, termasuk budaya demokratik. Karl Marx benar, dalam membuat sejarah, kandungan sejarah kedepan ‘ditentukan dan ditransmisikan dari masa-lalu’.

Upaya meluruskan sejarah yang sudah dikoyak-koyak orde baru; yang kemarin dilakukan oleh aktivis demokrasi dalam acara Belok Kiri Fest. tak sekedar penting tapi sebuah keharusan. Belok Kiri Fest. adalah sebuah rangkaian acara yang berisi diskusi sejarah, workshop, pembacaan puisi, dan launching buku Sejarah Gerakan Kiri Indonesia untuk Pemula (SGKIuP). Namun tak semua upaya menegakkan kebenaran bisa diterima dengan suka cita. Faktanya, acara Belok Kiri Fest. yang rencananya akan dilaksanakan di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki batal dilaksanakan karena persoalan non-substansi yaitu administrasi, perijinan, surat yang mendadak, dan rupa-rupa alasan rongsokan. Intinya, acara Belok Kiri Fest. DILARANG. Siapa pihak yang berhubungan erat dengan pelarangan: Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan Kepolisian. UPT sendiri adalah sebuah unit yang dibentuk Pemprov Jakarta yang isinya adalah PNS tanpa pengetahuan seni. Dan kepolisian adalah garda depan stabilitas modal.

Batas minimal terbukanya ruang demokrasi, yang sanggup didobrak oleh gerakan rakyat dalam menumbangan orde baru, sedang ditarik kembali. Sebuah stagnasi (bahkan mundur) dari apa yang sudah dicapai selama ini oleh gerakan rakyat. Kini, dinamika demokrasi berlangsung di tengah-tengah kebangkitan militerisme, ormas reaksioner, dan kaum fundamentalisme agama, dengan latar konjungtur kapital.

Dalam situasi itulah, kami: Rumah Dialektika, LPM Daunjati ISBI Bandung dan Pembebasan Kolektif Kota Bandung, mengecam pelarangan acara Belok Kiri Fest. dengan alasan apapun. Kepada panitia, lanjutkan terus agenda pelurusan sejarah negeri ini, kami tetap mendukung. Dan kepada gerakan pro-demokrasi, terus bekerja untuk merebut demokrasi sejati, demokrasi yang menjadikan rakyat sebagai presentasi langsung. Kepada seluruh masyarakat, jangan pernah bersikap abstain terhadap tindakan yang menghambat majunya kapasitas demokrasi.

Salam juang, terus berkobar!

Bandung, 29 Februari 2016

 

Leave a Reply