SHARE

Oleh Muhammad Aras

Sekali lagi,
pos satpam dan pagar PT RUM lebih bernilai
dibanding kesehatan dan nyawa manusia!

Tanggal 22 Februari 2018, warga mendesak bupati yang tak mau mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Pemberhentian Operasi PT RUM. Bupati akhirnya berjanji bahwa SK akan dikeluarkan pada esok hari.

Warga kemudian memutuskan untuk menginap dengan membuat tenda di depan PT RUM. Sampai keesokan harinya, ternyata bupati ingkar janji. Alih-alih meneken SK, Bupati Sukoharjo malah berangkat ke Bali untuk rapat partai.

Praktis warga marah dan spontan memblokade jalan masuk ke PT RUM. Warga juga kemudian meluluhlantakkan bangunan di depan PT RUM. Kemarahan warga akhirnya direspons dengan penutupan sementara operasi PT RUM sampai benar-benar menghilangkan bau busuk limbahnya.

Di lain pihak, polisi dan tentara tampak naik darah melihat pengusaha sedih gara-gara fasilitasnya dirusak dan proses melipatgandakan keuntungannya terganggu. Aparat kepolisian lalu menggebuk dan menangkap apa yang mereka sebut sebagai “penghasut dan perusak”. Dengan sinis dan menggebu-gebu, warga dan mahasiswa yang marah itu seakan harus segera “ditindak tegas”.

Diketahui bahwa PT RUM berdiri tahun 2012 dan beroperasi sejak Oktober 2017. Sejak saat itu kerugian demi kerugian dialami warga sekitar. Dalam pemeriksaan kesehatan di MIM Kedungwinong pada 14 Februari 2018, ditemukan fakta bahwa 152 warga dari enam desa di Kecamatan Nguter mengalami gangguan kesehatan: ISPA, dispepsia dan dematitis.

Yang paling memprihatinkan, Arbani Shakel, bayi 10 bulan asal Dukuh Jayan, Desa Celeb, harus meregang nyawa karena penyakit yang dideritanya diperparah dengan bau busuk yang menyengat dari PT RUM.

Negara dengan beragam alatnya—hukum, polisi, tentara, pengadilan, penjara, dll—kerap berpihak kepada kelas yang berkuasa di bidang ekonomi. Kala PT RUM merugikan orang banyak, bagi negara dan alat-alatnya ini kejadian yang biasa-biasa saja. Warga marah, protes, dan merusak fasilitas PT RUM, baru di mata negara dan alat-alatnya ini merupakan kejadian yang luar biasa dan harus ditindak tegas, katanya.

Hukum memang tumpul dan ditumpulkan bagi orang-orang yang berkuasa di bidang ekonomi. Hukum hanya tajam atau dipertajam pada masyarakat miskin dan tak berdaya. Warga yang memprotes bau menyengat PT RUM mendapat hukuman pidana, dan pengusaha hanya mendapat hukuman perdata dengan cukup memberikan santunan dan pengobatan ke warga. Mengenaskan.

Leave a Reply