SHARE

Satu Juli 2018, satu tahun sudah perjuangan warga RW 11 Tamansari Bandung menolak program rumah deret pemerintah. Dalam rangka merayakan perjuangan tersebut, warga dan solidaritas menyelenggarakan acara Peringatan Satu Tahun Tamansari Melawan di reruntuhan bangunan RW 11 Kelurahan Tamansari. Acara tersebut berlangsung selama tiga hari dari Jum’at 13 Juli 2018 hingga Minggu 15 Juli 2018.

Acara tersebut digelar dalam rangka mengaktivasi kembali ruang-ruang publik yang selama ini terbatas dan juga menyediakan wadah bagi kreatifitas kaula muda Bandung. Selain itu acara ini dimaknai sebagai counter culture terhadap stigma pemerintah yang menganggap bahwa wilayah kumuh harus digusur dan dibangun hunian yang lebih layak sebagai gantinya.

“Penggusuran merupakan bagian paling tidak kreatif dari sebuah pembangunan.” ujar Feru, mahasiswa solidaritas Tamansari Melawan kepada pengunjung acara. Rangkaian acara tersebut dilaksanakan untuk mengingat kembali perjuangan warga Tamansari selama setahun melawan ketidakadilan.

Acara dilaksanakan diatas reruntuhan bangunan yang diratakan setelah turunnya SK DPKP3 yang seharusnya ditangguhkan selama pengadilan. Sementara selama pengadilan berjalan, alat berat masih tetap beroperasi meratakan hunian mereka.

Pada hari pertama, acara dimulai dengan pembukaan pada pukul satu siang. Setelah itu dilanjutkan dengan workshop dan mimbar bebas. Bintang tamu yang diundang pada hari pertama diantaranya Yefta Richael, Garhana, Kavibara, Wedding Jahe, Humanimal, dan Forgotten Generation. Selain itu acara juga diisi dengan pemutaran film “Halo Halo Bandung” yang menceritakan tentang penggusuran yang terjadi di kota Bandung.

Hari kedua tak kalah meriah dari sebelumnya dengan adanya workshop bercocok tanam dan ekonomi kolektiv. Seteleah itu dilanjutkan dengan pemutaran film “Kami Bahagia Kami Bertahan” yang menampilkan beberapa keluarga yang masih bertahan di Tamansari dan kehidupan yang berlangsung setelah penggusruan. Beberapa bintang juga turut memeriahkan di hari kedua seperti TrioBerdua, Hadi Riot, AnggiRyann, Paperhale, Eviction, dan Syifasativa.

Pada hari terakhir acara dimeriahkan oleh Wangi Gitaswara, Bin Idris, Tiwi, Habel Epistel, Rozensky, Dimas Wijaksana, Sombanusa, Ada Orkes Cicak, dan penampilan teatrikal dari Children Subversif! dan Kelanadestin yang berjudul “Rakyat Bersatu Menggambar Nasibnya Sendiri”.

Selama tiga hari tersebut pula terdapat Kolektiv Market yang diisi oleh warga Tamansari sendiri dan kawan-kawan solidaritas. Terdapat pula Live Mural yang dilakukan oleh beberapa seniman, pameran karya ilustrasi, dan pameran artefak aksi yang digunakan selama satu tahun.

 

Leave a Reply