SHARE

Baru-baru ini pemerintah Venezuela mengambil langkah strategis dengan memperkuat hubungan antara angkatan bersenjatanya dengan rakyat pekerja dan petani. Program ini dilakukan di tengah ancaman sabotase ekonomi, pemberontakan dari oposisi sayap kanan dan intervensi dari imperialisme Amerika dengan bantuan bonekanya di Amerika latin, Kolombia.

Hal ini menyusul serangkaian percobaan serangan terhadap pemerintahan Bolivaria. Yang terakhir tentu saja percobaan pembunuhan terhadap presiden Nicolas Maduro. Kejadian tersebut semakin menunjukan adanya upaya untuk menghancurkan gerak revolusi Bolivarian. Sebelummya pada bulan Mei 2018, pemerintah menangkap 40 perwira militer yang kedapatan tengah menyusun rencana untuk menculik Maduro.

Tidak hanya itu, selama bertahun-tahun pemerintahan Maduro juga coba digoyang oleh serentetan aksi demonstrasi yang disertai dengan kekerasan. Aksi ini dimotori oleh kelompok warga kelas menengah, dan oposisi sayap kanan yang dibekingi oleh Amerika Serikat.

Beragam upaya penggulingan di atas berhasil diredam. Kemenangan Maduro dalam pemilu lalu membuktikannya. Mayoritas rakyat Venezuela masih menaruh harapan pada Maduro. Namun tentu saja ini tidak akan menghentikan Amerika begitu saja.

Beberapa waktu lalu pemerintahan Maduro mengambil kebijakan untuk memperkuat pertahanan rakyat Venezuela. Pemerintah mengumumkan akan segera mengintegrasikan kekuatan militer dengan komite-komite rakyat. Cara ini disiapkan guna menghadapi kemungkinan yang terburuk, yakni intervensi militer langsung oleh Amerika. Kemungkinan ini diperkuat dengan derasnya pemberitaan di media Barat agar Amerika segera melakukan intervensi militer terhadap Venezuela.

Persiapan ini dimulai dengan kembali memfungsikan komite pertahanan lokal yang secara resmi bernama “Committees for Security and Integral Defense”. Satu wakil anggota dari setiap komite rakyat yang mencapai 50 ribu di Venezuela akan dilatih bersama di berbagai unit milisi sipil Venezuela atau yang biasa disebut denganNational Bolivarian Militia of Venezuela.

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan pada 11 Juli di venezuelanalysis.com, “Para wakil anggota yang terpilih itu kemudian akan membentuk hubungan antara milisi sipil dan dewan komunal, yang sejak tahun 2006 telah mengorganisir 20 hingga 400 keluarga di seluruh wilayah nasional.”

Sejauh ini rencana tersebut cukup berhasil. Dengan melatih para pejuang tambahan dan membangun hubungan dengan penduduk, Venezuela telah berhasil melipatgandakan kemampuan angkatan bersenjata mereka.

Venezuela mempunyai bekal sejarah yang gemilang dalam menghadapi ancaman atas kedaulatannya. Pada tahun 2002 rakyat Venezuela bersama-sama menggagalkan kudeta terhadap Hugo Chavez oleh faksi militer yang dibekingi oleh pengusaha dan tentu saja Amerika.

Pemerintah Maduro tampaknya siap menanggapi ancaman ini dengan serius. Langkah memperkuat perlawanan militer dan rakyat adalah upaya terakhir guna memepertahankan api revolusi bagi para pekerja serta petani demi masa depan sosialisme di Venezuela. Kiranya solidaritas internasional akan semakin menebalkan keberanian dari rakyat Venezuela jika kemungkinan terburuk itu terjadi.

(Nafriati Solihat/Nad)

Leave a Reply