SHARE

PT Rayon Utama Makmur (PT RUM) kembali mencemari lingkungan. Jumat tengah malam, 21 Juni 2019, puluhan warga Ngrapah, Tawang Krajan, dan Badran Kenteng, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, kembali mengeluhkan bau busuk yang bersumber dari PT RUM.

Akibat bau busuk tersebut mereka terpaksa harus keluar dari rumah dan menuju PT RUM sambil berteriak agar PT RUM menghentikan proses produksinya. Meski tidak lama kemudian mesin produksi serat rayon dimatikan oleh PT RUM, tetap saja apa yang dilakukan oleh PT RUM sangat meresahkan warga. Tengah malam yang sewajarnya jadi waktu warga untuk beristirahat, justru diganggu oleh kegiatan produksi PT RUM yang selama ini memang sering menimbulkan bau busuk menyengat.

Alih-alih memperbaiki pengolahan limbah, pelanggaran demi pelanggaran masih terus dilakukan oleh pihak PT RUM. Dari tak menggubris SK Bupati hingga tak peduli dengan nasib rakyat di sekitar pabrik yang setiap hari menghirup gas beracun hasil limbah PT RUM. Sampai saat ini PT RUM terus melancarkan kegiatan produksinya (dengan dalih uji coba) dan tidak ada tanda-tanda keseriusan PT RUM untuk memperbaiki sistem pengolahan limbah. Hal ini ditandai dengan belum maksimalnya pengendalian emisi sehingga menimbulkan dampak bau di sekitar wilayah Kecamatan Nguter, pemasangan pipa belum maksimal dan bahkan warga kerap kali menemukan pipa-pipa pembuangan limbah yang bocor, sehingga memperparah pencemaran lingkungan.

Jika merujuk pada surat keputusan yang dikeluarkan oleh Bupati Sukoharjo tanggal 23 Februari 2018 lalu, tinggal 60 hari lagi kesempatan bagi PT RUM untuk memperbaiki pengolahan limbah (baik limbah cair maupun limbah udara) agar tidak mencemari lingkungan.

Warga meyakini sepenuhnya bahwa kegiatan produksi serat rayon PT RUM yang masih ada ikatan dengan SRITEX sama sekali tidak akan pernah menghadirkan kesejahteraan untuk warga. Justru sebaliknya, kegiatan produksi tersebut akan mengantarkan bumi Sukoharjo ke dalam situasi krisis sosial-ekologis yang parah. Padahal di Kecamatan Nguter ini potensi ekonomi melalui wilayah-wilayah kelola masyarakat telah menunjukkan bahwa rakyat bisa sejahtera tanpa adanya industri skala besar yang hanya dimiliki oleh segelintir orang saja. Kehadiran PT RUM ini justru merusak ekonomi rakyat, ekologi, dan sosial masyarakat Sukoharjo yang telah dibangun selama ini.

Berbagai perjuangan rakyat Sukoharjo untuk menutup PT RUM hingga berujung kriminalisasi terhadap pejuang lingkungan berawal dari masalah pencemaran limbah (baik udara maupun air) yang dihasilkan oleh PT RUM. Limbah itu menyebar ke sungai dan area pemukiman warga. Serangkaian aksi demonstrasi berulang kali dilakukan sejak akhir tahun 2017 hingga saat ini. Namun kesepakatan demi kesepakatan yang telah terlahir dari berbagai aksi demonstrasi tidak serta-merta dapat menghentikan korporasi besar ini. PT RUM masih tetap bercokol dan menyebar racun di lingkungan masyarakat Sukoharjo.

Hukum memang tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Dan memang disengaja oleh para penguasa untuk menumpulkan hukum bagi segelintir orang yang memiliki modal berlebih di bidang ekonomi demi melipatgandakan keuntungan. Negara dengan berbagai alat represifnya kerap berpihak kepada kelas yang memiliki modal berlebih. Saat kegiatan PT RUM mengakibatkan kerugian besar bagi warga sekitar, di mata penguasa seolah tidak ada apa-apanya. Namun jika rakyat mengekspresikan kemarahannya dan menuntut hak-haknya yang direnggut, negara dan alat represifnya memperlakukan warga bak virus mematikan yang harus ditumpas habis.

Berkaca dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, ketika kemenangan-kemenangan kecil berhasil kami raih dengan bersatunya unsur solidaritas dan warga Sukoharjo melawan PT RUM beserta kroni-kroninya, kami, Aliansi Sukoharjo Melawan Racun (SAMAR), kembali mengajak seluruh unsur solidaritas dan warga Sukoharjo yang selama ini ditindas oleh PT RUM untuk kembali mengonsolidasikan diri, menyiapkan perlawanan, lalu menyerang untuk melumpuhkan musuh (PT RUM) sampai setuntas-tuntasnya.

“Kemenangan bagi orang-orang tertindas hanya akan datang jika sesama rakyat tertindas di seluruh dunia bersatu padu saling bergandengan tangan melawan musuh-musuhnya”

Kami tunggu kehadiran kalian di barisan perlawanan!

Panjang Umur Persatuan Rakyat

 

Sukoharjo, 25 Juni 2019

Sukoharjo Melawan Racun

Leave a Reply