SHARE

 

 

PEMBEBASAN (9/Juli/2015)
Jakarta – Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) kembali menggelar aksi unjuk rasa bersama ratusan orang miskin menuntut pendistribusian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Siang tadi, Kamis (9/7), massa yang didominasi kaum perempuan menyerbu rumah dinas Menteri Sosial RI di Komplek Widya Chandra. Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian yang memblokade jalan masuk ke dalam komplek tersebut.

Dalam orasinya, Dika Moehammad, Sekjend SPRI, menegaskan bahwa aksi hari ini dilakukan karena Menteri Sosial RI yang dipimpin oleh Khofifah Indar Parawansa tidak akomodatif, aspiratif dan peduli rakyat miskin.

“Kita sudah berulang kali berunjuk rasa di depan Kementerian Sosial menuntut apa yang sudah seharusnya menjadi milik kita, tetapi Mensos buta dan tuli terhadap nasib dan hak rakyat miskin”, tegas Dika Moehammad kepada massa aksi.

Menurut data SPRI, setidaknya ada 1.736 Rumah Tangga Miskin (RTM) yang telah dinyatakan layak oleh Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta mendapat KKS. Namun sampai saat ini ribuan RTM tersebut tidak mendapatkan program “Kartu Sakti” pemerintah Jokowi-JK.

Selain menuntut pendistribusian kartu, massa aksi juga mendesak Menteri Sosial untuk segera turun dari jabatannya karena dinilai sudah tidak sanggup urusi rakyat miskin.

Marlo Sitompul, Ketua Umum SPRI, menegaskan aksi menuntut ini akan terus dilakukan sampai 1.736 RTM mendapat KKS sebagaimana yang telah dijanjikan oleh pemerintah atau Khofifah Indar Parawansa turun.(DM)

Leave a Reply