SHARE

PEMBEBASAN.ORG—(10/11/2016); Tepat di hari pahlawan, tentara menodai demokrasi lagi dengan melakukan penangkapan. Padahal, tentara tak punya hak menangkap.

Pada siang tadi, PEMBEBASAN Kolektif Kota Ternate menggelar aksi tepat di hari pahlawan nasional dengan isu Menolak Soeharto Menjadi Pahlawan Nasional, Lawan Pemerintahan Agen-Imperalisme, serta Wujudkan Demokrasi Seadil-Adilnya Untuk Rakyat Tertindas.

Aksi yang dimulai pukul 10:35 WIT berangkat dari titik kumpul daerah Dodokuali dengan 30an massa aksi dengan kawalan aparat kepolisian. Setelah membuka aksi dengan bernyanyi mars PEMBEBASAN dan lagu Darah Juang, korlap mulai menyampaikan pandangan politiknya. Kemudian berjalan menuju RRI Ternate. Sesampainya di RRI Ternate, aparat kepolisian sudah menunggu, juga nampak beberapa anggota tentara.

Sekitar pukul 11:25 WIT, dua mobil Polres Ternate datang bersama 15 anggota. Aksi terus berlangsung dengan orasi-orasi politik. Massa aksi melanjutkan perjalanan menuju Pasar Higenis, dan ke Titik Putih jalan raya. Tak lama berselang, datang dua orang mengintimidasi massa aksi. Diketahui kemudian ternyata mereka adalah anggota TNI.

Upaya pembubaran aksi massa datang dadi pihak TNI, setelah sebelumnya aparat kepolisian sempat menghentikan aksi sebentar dengan mempertanyakan surat aksi. Dari pihak TNI menyatakan keberatan dengan adanya umbul-umbul yang dibawa massa aksi yaitu seekor babi yang memegang senjata. Babi perlambang kerakusan.

Tak lama kemudian ketika orasi sedang berjalan, korlap disergap dua orang TNI dengan alasan menghina tentara. Mukdar (korlap) dan Damir langsung diringkus dan dibawa ke Korem Ternate untuk diinterogasi. Aparat kepolisian hanya bisa diam tak berkutik. Massa aksi kemudian membubarkan diri, dan mencoba membebaskan kawan yang ditangkap.

Hingga laporan ini dibuat, kawan-kawan yang ditangkap sudah dilepaskan polisi. Dengan kejadian ini, semakin memperpanjang daftar sejarah bahwa pembungkaman terhadap demokrasi digardai aparat, dalam hal ini adalah tentara, yang sejak orde baru berkuasa, dididik dengan doktrin melindungi investasi.(Bp)

Leave a Reply