Mengecam Agresi Militer Amerika Serikat Terhadap Venezuela

date
Jan 4, 2026
slug
mengecam-agresi-amerika-terhadap-venezuela
status
Published
tags
Sikap
Rilis
summary
Besarnya dimensi modal keuangan yang terkonsentrasi di tangan beberapa orang dan menciptakan jaringan hubungan dan koneksi yang luar biasa padat dan luas yang menundukkan tidak hanya kapitalis kecil dan menengah…..
type
Post
Property
notion image
Besarnya dimensi modal keuangan yang terkonsentrasi di tangan beberapa orang dan menciptakan jaringan hubungan dan koneksi yang luar biasa padat dan luas yang menundukkan tidak hanya kapitalis kecil dan menengah, tetapi juga kapitalis yang sangat kecil dan tuan kecil, di satu sisi, dan perjuangan yang semakin intens yang dilakukan melawan kelompok-kelompok negara nasional lainnya dari para pemodal untuk pembagian dunia dan dominasi atas negara-negara lain, di sisi lain, menyebabkan kelas pemilik properti sepenuhnya beralih ke pihak imperialisme.
(Lenin: Imperialisme, Tahap Tertinggi Kapitalisme, Juni 1916)
Kembalinya Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) telah menyebabkan banyak kekacauan dalam panggung politik dan ekonomi. Kebijakan penetapan tarif impor barang yang sangat tinggi telah mendorong peningkatan krisis dalam tubuh imperialisme-kapitalis dunia.[1] Ditambah, kebijakan pertahanan nasional imperialis Amerika Serikat yang tidak lagi dalam posisi seperti dulu; menjaga keamanan dunia, melainkan meningkatkan kekuatan militer untuk pertahanan nasional.[2] Sehingga, berpotensi menciptakan ketegangan (perang) dengan negara-negara yang menentang kebijakannya.
Pada 21 Juni 2025, AS melancarkan serangan udara secara besar-besaran terhadap situs nuklir milik Iran,[3] dengan dalih keterlibatan Iran dalam perang Israel-Palestina. Imperialis AS memberikan peringatan terhadap Iran, agar tidak mengganggu kepentingannya dalam perang Israel-Palestina. Kemudian, Nigeria yang merupakan sebuah negara yang kaya akan migas, tidak luput dari serangan imperialis AS pada 25 Desember 2025 lalu.[4] Itu dilakukan demi menguasai pasokan migas dari upaya pendudukan gerakan kelompok ekstremis-Islam.
Terbaru, pada pukul 2 pagi tanggal 3 Januari 2026, imperialis Amerika Serikat melancarkan serangan udara secara besar-besaran ke Caracas, Venezuela.[5] Terdapat laporan ledakan besar terjadi di ibukota negara yang kaya minyak itu. Serangan militer juga terjadi di El Higuerote, Miranda, La Guaira, juga di Aragua. Trump telah mengumumkan bahwa pasukan Delta Angkatan Darat AS menangkap Maduro bersama istrinya, dan mereka telah diterbangkan ke luar negeri AS.[6]
Serangan imperialis AS terhadap Venezuela adalah hasil dari sebuah kebijakan yang dilakukan secara tenang, teliti dan sangat sinis. Sebuah tindakan yang mengekspresikan kepentingan yang sebenarnya dari imperialis AS yang begitu agresif. Penyerangan tersebut merupakan puncak dari berbagai tindakan yang sebelumnya pernah dilakukan secara provokatif oleh Trump. Misalnya, aksi penyitaan dan pembajakan secara terang-terangan atas kapal tanker minyak di laut lepas sekitar Venezuela,[7] pemboman dan penembakan kapal-kapal kecil di Karibia secara brutal, dengan bentuk pembantaian yang disengaja terhadap orang-orang malang yang berada di dalamnya.[8] Para korban hampir pasti adalah nelayan yang tidak bersalah, tetapi dalam hal apa pun tindakan-tindakan tersebut tidak diragukan lagi merupakan pelanggaran secara terang-terangan terhadap hukum internasional.
Imperialisme AS telah melancarkan operasi penekanan militer dan kampanye intimidasi terhadap Venezuela dalam beberapa bulan terakhir sebagai langkah untuk melakukan kudeta terhadap presiden Venezuela.[9] Pada 11 November 2025, Trump memerintahkan setidaknya delapan kapal perang Angkatan Laut AS ke Karibia, termasuk sebuah kapal induk, kapal selam nuklir, pesawat tempur F-35 yang berbasis di Puerto Rico, dan hampir 10.000 tentara.[10] Terjadi serangkaian serangan terhadap kapal-kapal Venezuela di Karibia dan Pasifik timur, dengan dalih pemberantasan penyeludupan narkoba yang tidak memiliki bukti kuat atas keterlibatan presiden Venezuela.
Tindakan yang dilakukan oleh Trump terhadap Venezuela bukanlah semata-mata karena penyeludupan narkoba. Ini adalah tindakan agresi militer yang bertujuan untuk menjelaskan kepada kita semua, bahwa imperialis AS bermaksud mendominasi dunia dengan cara penaklukan tanpa kenal ampun, serta akan menghukum setiap pemerintahan yang menghalangi rencana mereka untuk menguasai dunia. Sekarang Trump berencana menguasai Venezuela dan mengontrol industri minyak di Venezuela.[11] Sebelumnya, Presiden Venezuela Nicolás Maduro secara konsisten menentang kebijakan dan sanksi yang diterapkan oleh Donald Trump, terutama yang menargetkan industri minyak Venezuela.
Venezuela adalah salah satu negara yang memiliki cadangan minyak bumi terbesar pertama di dunia. Ini yang dikejar imperialis AS. Sebab, cadangan minyak bumi di Venezuela dapat membantu memperlancar imperialis Amerika Serikat dalam menguasai pasar dunia, memperkuat ekonomi dan pertahanan nasional mereka. Ketika Venezuela di bawah kendali imperialisme Amerika Serikat, maka rakyat Venezuela akan hidup terpuruk dan penuh dengan kemiskinan. Karena kita tahu, sistem imperialisme tidak menciptakan kesejahteraan dan kesetaraan secara sosial, melainkan kesenjangan yang sangat luas. Hal itu juga akan melemahkan perjuangan kelas pekerja di Venezuela dalam mencapai sosialisme ilmiah.
Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López telah mengumumkan adanya korban sipil, dan menyerukan perlawanan nasional dalam menghadapi agresi imperialis AS. Ia menyatakan bahwa seluruh angkatan bersenjata akan dikerahkan.[12] Respons massa rakyat pekerja adalah faktor penentu dalam perang ini, membangun solidaritas secara internasional untuk menghentikan agresi militer terhadap rakyat Venezuela, dan memperkuat kekuasaan politik agar tidak diambil alih oleh rezim yang pro terhadap imperialis AS. Sebagian besar masyarakat Venezuela – buruh, petani, kaum miskin kota, dan semua orang yang mendapat manfaat dari Revolusi Bolivaria – pasti akan siap untuk melawan tindakan agresi imperialis yang sangat brutal tersebut, jika diberikan arahan dengan serius dan tersentral. Namun, itu tidaklah cukup untuk bisa bertahan di tengah serangan imperialis Amerika Serikat yang memiliki kekuatan militer terbesar pertama di dunia. Maka, dukungan dari kelas pekerja sedunia sangat penting untuk rakyat Venezuela, tidak cukup mengandalkan dukungan dari Kuba, Rusia, dan Tiongkok.
Untuk mencapai persatuan kelas pekerja secara internasional, maka, kami dari Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (PEMBEBASAN):
  • Mengutuk tindakan imperialis AS yang melakukan serangan militer terhadap Venezuela.
  • Bersolidaritas untuk rakyat Venezuela dalam melawan imperialis AS.
  • Memberikan dukungan penuh tanpa syarat untuk rakyat Venezuela dalam melawan AS.
  • Segera bebaskan Nicolas Maduro dan Cilia Flores tanpa syarat.
Kami menyerukan kepada seluruh rakyat tertindas dan kelas pekerja di seluruh dunia, agar segera mobilisasi diri, menolak agresi militer imperialis AS terhadap Venezuela. Bangun aksi protes di semua Kedutaan Besar AS. Kami akan mengerahkan seluruh kekuatan untuk berdiri teguh tanpa syarat dalam membela rakyat Venezuela. Kita pasti menang!
Solidaritas untuk Rakyat Venezuela dan Revolusi Bolivarian!
Hancurkan Imperialisme Amerika Serikat!

© PEMBEBASAN 2010 - 2026